





I'm the COWHOLIC
Sore yang temaram adalah saat yang paling merindukan bagi kami.apakah ternak kita lahap memangsa olahan menu kami :
akankah mereka menikmatinya,yang sudah diracik cheff kami dari beragam resep dan bumbu yang sudah kami lalui trial dan errornya?
wahai sapi budiman,kenyanglah,cepat gemuklah agar kami mantap berkhidmad hidup bersamamu juga senantiasa tersenyum sentausa berkatmu.Aku kecanduan dirimu
I really love you......
*) sesuai dengan dosis dan takaran serta tambahan zat dan mineral tertentu


Ada beberapa istilah yang kami pakai sesuai dengan disiplin ilmu peternakan untuk menyebut kriteria sapi yang belum siap dipotong atau yang rendemen karkasnya(komposisi daging dan tulang ) dibawah 50% dari berat hidup untuk dipelihara dan digemukkan yakni :
Demikian semoga bermanfaat
selamat beternak
keterangan gambar :
gambar atas : bakalan simmental berat 685 kg
gambar bawah : perbandingan bakalan PO berat 375 kg dengan bibit limousin berat 355 kg
TREN PUREBREED COW = GELOMBANG CINTA ??
Mungkin kita mengernyitkan dahi pada saat membaca judul diatas. Namun tidak ada salahnya kita berusaha mencermati. Beberapa saat yang lalu salah seorang teman peternak meminta pendapat kami, yakni tentang fenomena yang sedang menggejala di kalangan peternak yang sedang demam memelihara sapi pure breed (ras asli) seperti simmental dan limousin atau istilah peternak disebut F1. Dia mengadu tentang harga bibit yang melambung tak terjangkau dan apa saja ekses yang terjadi seandainya kita hanya berkonsentrasi untuk memelihara bibit sapi seperti tersebut diatas?bagaimana bersikap?apakah nantinya akan seperti tren gelombang cinta,ikan louhan dan tren-tren lainnya?
Memang tidak bisalah kita mengelak, bahwasanya sapi jenis F1 atau purebreed sangatlah menarik dan menggoda hati untuk kita pelihara.Lihat saja performancenya; dari power depannya saja sapi ini mempunyai lingkar dada yang lebar nan kekar, kepala yang besar persegi, bulu kepala yang berjambul eksotis dengan tanduk yang kuning seperti gading. dari power belakangnya; pangkal paha yang trapesium yang memuat massa otot daging yang banyak, ekor menjuntai, dipadu kaki-kaki yang kokoh menyangga tubuhnya. Warna kulit badanpun sungguhlah indah bermotif merah tembaga dan kadang diselingi belang atau galur putih mutiara. Tapi tahukah anda, di pertengahan tahun 1980-an dulu,saat jenis sapi ini baru muncul dikalangan peternak malah menjadi bahan ledekan. ada yang mengatakan jenis sapi tersebut diatas adalah sapi banci yang tak berpunuk dan bermata mirip mata manusia, ada juga yang mengira sapi itu peranakan kerbau, malah ada yang mengatakan sapi ini jenis sapi yang buas karena sempat beredar issu jenis tersebut karnivora yang bahkan mau memangsa pemeliharanya. Lumrah memang, sesuatu yang baru muncul menjadi pandangan dan anggapan ganjil juga rumor atau mitos di kalangan siapapun. Namun dewasa ini seiring dengan meningkatnya pengetahuan tentang teknologi informasi peternakan,khalayak mulai menyadari keungggulan-keunggulan dari sapi F1 tersebut. Pada tulisan kami yang terdahulu,kami telah berusaha memaparkan sesuai keterbatasan pengalaman dan pengetahuan kami tentang ragam keunggulan kualitas dari sapi F1. Kamipun ingin mencoba lagi menelaah dari sisi lain tentang keberadaan sapi ini.
Adalah suatu penghormatan yang tak terhingga,jika ada di antara kita telah bersedia memurnikan plasma nutfah ini sebagai tujuan untuk pemutakhiran teknologi peternakan yang manfaatnya dapat dinikmati orang banyak.ADG atau tingkat pertumbuhan yang optimal yang didapatkan dari sapi jenis ini memang seperti magnet bagi kaum peternak.Maka mulailah diadakan kontes dan pameran sapi unggul dengan kriteria personifikasi diambil dari sapi jenis ini.Pemerintah dan akademisi menggalakkan inseminasi buatan dari ras ini,kaum pembibit mulai menyilang-nyilangkan dengan sapi jenis yang sudah ada,para pakar produksi ternak dan produsen pakan ternak menformulasi beberapa bahan bernutrisi tinggi untuk mendapatkan capaian maksimal pertumbuhan.Jadilah sapi itu nantinya benar-benar murni genetikanya.Sungguh sangat mulia.......
Namun dengan atau tanpa diakui,kita yang dari golongan akademisi,dari kalangan pembibit,peternak dan bahkan pedagang telah mulai memunculkan pengkotakan,klassifikasi dan pengkastaan jenis jenis sapi dari sisi harkatnya yang sebagai hewan konsumsi manusia.kitapun terbawa arus ke suasana ini.Idealkah???
Jika kita tinjau manfaat dari sisi dunia pengetahuan,produsen (peternak) dan konsumen (masyarakat) juga misi pemerintah sungguhlah ideal dan terpuji tujuan pemurnian genetik sapi ini.Namun mengertikahkah kita,bahwa di sini mulai muncul masalah pertingkatan HARGA akibat pengkastaan ini.Bahkan sudah cenderung di luar nalar.Wajarkah??
Suatu kewajaran apabila dalam mekanisme kehidupan atau apapun itu jika dilakukan penataan norma,rambu dan faktor-faktor penguat lainnya secara komprehensif akan muncullah keseimbangan dan harmoni.Adalah suatu ketidakwajaran jika satu sendi dan lainnya terasa parsial,paradoks dan bahkan berbenturan.Kita selaku peternak dan pembibit sudah bersungguhan diri mewujudkan keadaan ini.Kita didukung pemerintah(dalam tanda kutip) dari segi penyediaan inseminasinya,didorong akademisi di sisi teknologinya.Diharubirukan harganya oleh pedagang saat pembelian dan penjualan bibitnya.TAPI,apakah terjadi pengklasifikasian saat sapi tersebut sudah siap potong?bedakah harga karkas,timbang hidup atau taksiran dengan jenis sapi lainnya meski sama berat,sama rendemen,body frame dan sama mutu dagingnya?NEVER EVER........
Apakah dengan tujuan pemurnian itu ada jaminan pembeda?tentulah tidak.Di sisi lain kebijakan pemerintah tidak mendukung dengan tetap membuka keran impor sapi sebanyak-banyaknya.Namun tidak ada apresiasi atas keberhasilan para pembibit sapi ini.Suatu bukti, kita masih mendatangkan pejantan unggul dari Australia dan Selandia baru.Kalahkah produktifitas dan mutu nutfah hasil dari pemurnian kita??kita sendiri malah tidak mau mengakui.Lalu apa gunanya kontes dan pameran sapi yang sering diadakan? mungkin saja itu hanya akan jadi kebanggaan pemiliknya yang tidak sesuai nilai hadiah dengan ketelatenan saat memilih bibit dan memelihara serta hanya jadi data laporan keberhasilan pemerintah setempat di sektor peternakan.Lantas apakah sapi impor lebih unggul mutu daging,karkas dan estetikanya?tentu juga sangat tidak tepat.Sapi impor hanya lebih unggul murahnya.
Kita seyogyanya harus realistis,Jika kita tetap mengkastakan jenis dan ras sapi dan disesuaikan harga menurut kelasnya maka kemunduran,kerugian dan kehancuran telah menunggu kita.Mungkin langkah ini harus dimulai dari kita selaku peternak.Tetaplah kita nilai sapi itu dari performancenya,monitoring pertumbuhannya,nutrisi pakannya dan perawatannya.Janganlah kita nilai dan hargai sapi hanya berdasarkan sisi kemurnian ras,jenis dan eksotismenya dengan mengkesampingkan faktor pendukung lainnya.
Semoga semangat beternak sapi kita tidaklah seperti tren Gelombang Cinta yang easy come easy go.....
Uneg-uneg teman peternak kami itu akhirnya malah kami balas juga dengan uneg-uneg kami sendiri..
selamat beternak
Analisa Praktis Penggemukan Sapi di PT Lembusora Perkasa
Sering kami dimintai pendapat oleh rekan2 peternak baik pemula maupun yang berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan pada perusahaan kami.pertanyaan ini meliputi mulai tentang jenis sapi(ras),bentuk tubuh,umur,berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya.Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.
Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental,limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi'ul Akhir.Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan.Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya.Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.
Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami.
Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.
Semoga bermanfaat.
Selamat beternak
PT Lembusora Perkasa
Bagaimana Bertransaksi dengan PT Lembusora Perkasa?
PT Lembusora Perkasa dalam bertransaksi dengan pembeli selalu menekankan azas perdagangan dengan memakai sistem jual beli sebagai berikut :
